BURUKNYA SISTEM PANEN DAN PASCA PANEN DI INDONESIA

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
May 21, 2012, 04:35:39 am
Home Help Search Login Register
+  Pustakaku - Just For Your Study & Research
|-+  Bidang Kajian
| |-+  Agriculture (Moderator: ahartoyo)
| | |-+  BURUKNYA SISTEM PANEN DAN PASCA PANEN DI INDONESIA
« previous next »
Pages: [1] Go Down Print
Author Topic: BURUKNYA SISTEM PANEN DAN PASCA PANEN DI INDONESIA  (Read 1375 times)
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« on: August 27, 2010, 06:54:23 pm »

Beberapa waktu lalu sy mengikuti pelatihan yg diadakan DEPTAN dlm acara tersebut disampaikan bahwa penanganan panen dan pasca panen di petani Indonesia sangat buruk (tidak tergantung pendidikan dari sang petani) menurut mereka petani kita belum terbiasa dengan penanganan panen dan pasca panen yang benar. Dan hal tersebut dikeluhkan pula oleh pihak pemerintah, akan tetapi oleh para pelaku usaha baik ritel dan industri.

Pertanyaan saya adalah dimana para sarjana pertanian khususnya teknologi pertanian dalam mengamalkan ilmunya ke Petani kita?

Jujur saja banyak rekan2 saya pun beralih profesi ke bidangan yg lebih menjanjikan... geleng geleng

>>>>obrolan berat tapi kenyataan bahwa petani dan buruh tani lebih miskin karena ke tidak tahuaan mereka akan cara penanganan panen dan pasca panen<<<<<
Logged
rosna
Anak TK
**
Posts: 29


« Reply #1 on: August 30, 2010, 10:11:11 pm »

cari kerja dong, namanya juga sarjana he2, habis gimana kita mau memperhatikan petani lha wong untuk cari kerjaan aja susah puol, banyak sarjana pengangguran ne. sarjana teknologi pertanian gak pernah ngamalin, salah satu faktornya qt nggak pernah kontak langsung sama petani, jaman dulu kan kkn masih ke desa2 jadi masih ada pengabdian ke masyarakat dan mahasiswa bisa berinteraksi. kalo sekarang khususnya di jurusan dan kampus saya, untuk kkn lebih ukm makanan sedangkan pklnya ke perusahaan tuh, jadi gak ada kontak langsung dengan petani. dan untuk memulai perlu mediator dan fasilitator kan?
Logged
kamaboko
Anak SMU
*****
Posts: 341


« Reply #2 on: August 31, 2010, 07:22:35 am »

Betul, betul, betul..
konsep perkuliahan sekarang justru menjauhkan mahasiswa lingkup pertanian dari habitatnya.
Dosen sekarang gak pernah lagi bicara petani, nelayan, atau peternak dalam kaitan matakuliahnya, kecuali untuk yang bidangnya sosial ekonomi pertanian. Tapi yang dibahas pasti soal kemiskinan petani, marjinalitas dlllll....

Lha kalo orang sosek-kan bukan ahli aplikasi, sedangkan yang punya ilmunya untuk memprbaiki produksi panen dan pasca-nya justru diberi angan-angan persaingan kerja, persaingan penelitian yang notabene berhubungan dengan pekerjaan di perusahaan besar dan multinasional. Atau minimal jadi pegawai negeri sipil yang gajinya gak begitu besar tapiii, sabetannya itu lho....

Kegiatan mahasiswa yang bisa langsung mendekatkan mereka dengan dunia pertanian real salah satunya KKN atau PKL. Tapi konsep perkuliahan ini diubah paradigmanya, bagaimana mhsw bisa PKL atau magang di perusahaan besar, sedangkan KKN justru ada yang sudah dihapus, atau konsepnya dibuat sesederhana mungkin, yang penting bikin plang desa sudah bagian dari program....

Memang masalah di Indonesia ini sudah akut, semuanya rumit dan kacau deh...
Logged
longz
Anak SMP
****
Posts: 106


« Reply #3 on: September 02, 2010, 11:41:53 am »

Hem, kacau. Betul-betul kacau. Tapi kalo dari sudut pandang mahsiswa kenapa mereka malas terjun ke dunia pertanian itu biasanya dari faktor ekonomi. Kerja di bidang pertanian itu lama menghasilkan uang, belum tentu hari ini kita menanan beberapa bulan kemudian kita bisa panen dengan hasil yang menjanjikan. apalagi kalau melhat harga komoditas pertanian yang naik turun. wah pahit deh ngeliatnya >.<)
Jadi mungkin  nih,, banyak lulusan pertanian yg memilih kerja di bank yang pasti dan cepet dapet duitnya. hehe,,
 hammer
Logged
Manto
Playgroup
*
Posts: 6


« Reply #4 on: November 20, 2010, 11:10:52 am »

Tidak hanya dari faktor ekonomi saja, faktor sosial dari mahasiswa juga. Mahasiswa pertanian yang dari desa biasanya juga malu untuk pulang kampung dengan profesi sebagi petani
"Sekolah jauh-jauh kok nyemplung ke sawah!!!!"  ketawa
itulah kenyataan.
Jadi tidak sedikit mahasiswa pertanian yang otaknya encer akhirnya lebih memilih pekerjaan yang lebih nyaman dan duduk di ruang AC daripada kotor-kotoran dan mendapat cibiran.
Logged
joko-hadi
Playgroup
*
Posts: 1


« Reply #5 on: September 17, 2011, 11:41:04 am »

afwan iku nimbrung,,,
tapi kalo menurut saya pertanian di indonesia kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja,,,!!
karena semua itu seperti reaksi yang simultan...dan saling berhubungan..
tapi semua itu tinggal orangnya sendiri,,,!!kalo tidak sekarang kapan, kalo bukan kita lantas siapa,,??
kemudian dari pada membicarakan tentang sistem yang memang sudah carut marut dewasa ini,,,!!
alangkah baiknya jika kita berbagi pengalaman maupun pengetahuan yang dapat meningkatkan taraf hidup petani...
yang tentunya menggunakan tegnologi yang ramah lingkungan dan murah meriah, mungkin itu dulu yang menjadi PR besar bagi para petani, para sarjana maupun unsur yang lainnya

Logged
Pages: [1] Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  


Login with username, password and session length

SimpleSEO by Domain | Powered by SMF 1.1.16 | SMF © 2011, Simple Machines