Persepsi tetang bahan tambahan pangan

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
May 21, 2012, 04:47:46 am
Home Help Search Login Register
+  Pustakaku - Just For Your Study & Research
|-+  Bidang Kajian
| |-+  Agriculture (Moderator: ahartoyo)
| | |-+  Persepsi tetang bahan tambahan pangan
« previous next »
Pages: [1] 2 3 Go Down Print
Author Topic: Persepsi tetang bahan tambahan pangan  (Read 1832 times)
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« on: May 20, 2009, 04:48:15 pm »

Bagaimana tanggapan teman2 pustakaku tentang BTP (bahan tambabahan pangan)?? Soalany banyak orng yang antipati terhadap BTP pdahal bisa tipa hari mkn zat tersebut tanpa disadari. Mohon tanggpannya!!!
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #1 on: May 21, 2009, 11:14:05 am »

bs di sertakan tidak contoh dari BTP jd biar lebih jelas...

Menurut sy sch qta makan2 snack or kemasan udah pake BTP jd walaupun ada org2 yg antipati tetap aj mereka memakainya or mengkonsumsinya... Kan produk industri jarang yg egk pake BTP....Hampir semua pake BTP, mungkin org2 antipati karena belum tau secara detail tentang BTP yg baik dan bener... jd perlu semacam BTP edukasi gtu...
Logged
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #2 on: May 23, 2009, 05:00:45 pm »

Boleh deh mr doom, hehhehe, tp dikit aj y, g apal semua.
 
1. golongan pemanis : aspartam, siklamat, sukralosa, alitam, sakarin, sorbitol, xylitol
2. golongan pengawet: sorbat, Na-benzoat.
3. golongan antioksidan: vit C, tokoferol, BHA, BHQ, TBHQ ( 3 yang paking terakhir di uar udah g dipake)
4. golongan asidulan (pengatur keasaman) : asam sitrat, asam fosfat n turunannya
5. peawarna: tatrazine, poceau.
6. flavor

segitu dul mr dooom berhubung yg ada di kepala cma itu
heheheh. Mohon ditanggapain y!!!
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #3 on: May 26, 2009, 09:34:12 am »

Menurut sy sch kalo BTP yg organik mungkin masyarakt lebih percaya dibandingkan yg sintesis.... Kebanyakan yg di list di atas rata2 yg sintetis dan jarang organik... Karena trend sekarang masyrakat lebih suka yg organik...gtu kali yah opini dr sy...
Logged
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #4 on: May 26, 2009, 10:25:15 pm »

memang bung sekarang perkembangan BTP ke arah sana. Contohny sekrang  bayak temen2 di kampus penlitian ttg bakteriosin, pengawet organik dari bakteri, tapi masalahny harganay masih kurang ekonomis dan brangny agak langka.
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #5 on: May 28, 2009, 09:13:45 pm »

susah jg sch kalo bhn organk di jadikan skala industri soalnya bwt pengusaha yg penting untung besar....
Kalo di liat dari pewarna makanan aj msh relatif mahal dibandingkan pewarna sintesis rodamin....
Tetep aj org2 beli yg murah padahl udah tau bahaya....
Tp tergantung tingkat kesadaran masyarakat aj sch...
Logged
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #6 on: May 28, 2009, 11:16:28 pm »

Wah g juag bung doom. bakteriosin jenis nisin sudah ada produk komersilnya. Untuk Rhodamin, harus diklarifikasi, bukan BTP, tapi cemaran atau toksik( bahan yang dilarang untuk dipakai dlam pangan). Pewaran alami juga sudah ada yang komersil seperti pewarna karamel atau yg tradional dari angkak (Mungkin g begitu familiar dgn dunia sehari, tp banyak dipake di industri).
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #7 on: May 29, 2009, 02:49:34 pm »

maksud sy emg rodamin kan bwt pewarna tekstil... tp byk masyarakt yg beli krn murah meriah cmn 500 rupiah sedangkan pewarna makanan 12.000 rupiah jd kan aneh udah tau bahaya ko msh dipake....
Logged
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #8 on: May 29, 2009, 03:34:44 pm »

wah sori salah baca n mencerna pernyataan. Thanx u buat tanggapannya. Koq akhir2 ini sepi pengunujng yg posting y??
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #9 on: May 30, 2009, 11:01:52 am »

Maklum lagi pada sibuk kali....
Entar jg rame lagi....
Logged
kamaboko
Anak SMU
*****
Posts: 341


« Reply #10 on: May 30, 2009, 07:23:11 pm »

sori, aku bukan ahlinya BTP.
Tapi emang sekarang lagi trend kembali ke alam, maksudnya BTP yang ada umumnya kan sintetis, so emang rada susah buat dihindari.

Memang sampai sekarang belum bisa secara pasti (terutama mekanism-nya) bhw BTP-lah yang menyebabkan kanker dan penyakit lain yang proses kronisnya lama.
Setahu saya dinegara2 yang rakyatnya sudah sejahtera, aturan batas pemakaian BTP semakin dikurangi, dan secara sadar masyarakat di sana lebih memilih mengonsumsi makanan alami tanpa embel-embel BTP, karena menurut mereka, biar kaya tapi kalo penyakitan juga gak bisa menikmati hidup.

Terlepas dari masalah BTP perlu dihindari atau tidak, justru yang menarik dibahas, mengapa produk jajanan lokal masih banyak diproduksi oleh beberapa oknum menggunakan bahan non BTP yang dianggap memiliki sifat BTP. Misalnya penggunaan rhodamin dan formalin.
jadi maksud saya, gimana ya mengubah mental pedagang makanan yang curang hanya demi keuntungan sedikit tapi merugikan pelanggannya sendiri

(eh sori moderator, apa ini perlu dibuat pembahasan baru ya..)
Logged
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #11 on: May 30, 2009, 07:48:20 pm »

Thanx u buat tanggapannya. akhirnya ada jg orng baru yg nanggepin. hehehehhe
Logged
febri_marsa
Moderator
S1
*****
Posts: 568



« Reply #12 on: June 05, 2009, 03:44:14 am »

Bahan Tambahan Pangan.

Dulu banyak penelitian ilmiah yang dilakukan untuk menentang rokok, tapi karena pabrik rokok sangatlah besar dan keuntungan yang dihasilkan pemerintah dari pajak pabrik rokok sangat tinggi. Maka rokok tetap meraja lela bahkan mereka sering kali membuat artikel populer melawan ide yang mengatakan bahwa rokok itu berbahaya. Bahkan ada iklan di Eropa dan Amerika yang menunjukkan dokter spesialis paru-paru juga seorang perokok.

Penelitian tentang Climate Change sudah ada sejak tahun 60-an dan sejak saat itu ilmuwa sudah banyak bicara tentang global warming. Tapi entah sudah berapa artikel populer yang mencoba menjelaskan tentang global warming itu hanya peristiwa normal, bagian dari siklus bumi. Mungkin karena banyaknya industri mobil dan industri besar di negara maju yang sangat tergantung terhadap proses pembakaran yang mau tidak mau harus mengeluarkan banyak sekali CO2 keudara.

Sudah jelas sekali penelitian tentang Efek Rumah Makan China pada tahun 80-an. Jelas tentang penelitian Na-Benzoat yang berbahaya bagi ginjal. Dan banyak penelitian lain tentang BTP. Lalu kenapa ada banyak pertentangan tentangnya??? karena industri BTP sangat besar, terkait juga langsung ke Industri Kimia Dasar. Mereka mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk tetap membela diri karena mensuplai pemerintah dengan dana segar dalam bentuk pajak. Dan mereka terus mencoba menggelar berbagai cara untuk membentuk persepsi untuk tidak mencibir BTP terutama yang sintesis.

Memang kita tidak perlu terlalu antipati terhadap BTP tapi lihatlah cerita diatas bagaimana seharusnya kita bersikap ???
Logged

Bangkit itu malu, malu karena minta melulu.
mp_segara
Mod IN Training
S1
*****
Posts: 671



« Reply #13 on: June 09, 2009, 09:12:01 pm »

sindrom chinese restaurant yg ditemukan dunia klo tidak salah hanya 1 orng deh. Klo membentuk batu ginjal kurang tau jg y, blom pernah denger.
Logged
doom23
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 403


« Reply #14 on: June 09, 2009, 09:53:38 pm »

setuju jg dengan bung febri berhubung pajak penerimaan dari penggunaan BTP msh sangat besar dari industri makanan jd sangat sulit memberikan kesadaran..
Jd konsumen mesti cerdas bwt memilih apa yg dikonsumsinya...
Logged
Pages: [1] 2 3 Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  


Login with username, password and session length

SimpleSEO by Domain | Powered by SMF 1.1.16 | SMF © 2011, Simple Machines