Pengobatan Kanker dari Sirkulasi Darah

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
May 23, 2012, 06:20:54 pm
Home Help Search Login Register
+  Pustakaku - Just For Your Study & Research
|-+  Education Resources
| |-+  Science & Technology News (Moderators: halil, bomzq)
| | |-+  Pengobatan Kanker dari Sirkulasi Darah
« previous next »
Pages: [1] 2 Go Down Print
Author Topic: Pengobatan Kanker dari Sirkulasi Darah  (Read 4440 times)
bomzq
Moderator
S1
*****
Posts: 785


Tak gendong kemana-mana...Ha...Ha...Ha...!!!


« on: May 13, 2008, 09:14:43 pm »

Mengingat di forum yang lama kita banyak membahas perkembangan pengobatan kanker terbaru, maka akan lebih baik kalau saya hadirkan berita terbarunya. Silahkan membaca....

SELASA, 13 MEI 2008 | 17:27 WIB
TANGERANG, SABTU - Dalam beberapa dekade terakhir, riset penggunaan teknologi nano dalam diagnosis dan terapi kanker terus dikembangkan. Dengan teknologi ini, gen penghambat sel kanker dalam liposomal partikel nano dimasukkan langsung ke dalam sistem sirkulasi darah manusia.

Hal itu bertujuan agar sel kanker serta tumor dengan segala bentuk dan ukuran bisa langsung dihancurkan. Demikian diungkapkan Ester H Chang dari Lombardi Comprehensive Cancer Center Pusat Kedokteran Universitas Georgetown, Amerika Serikat, Sabtu (10/5) di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang.

Ester menyatakan, penggunaan teknologi nano ini bisa meningkatkan efektivitas terapi dan meminimalisasi efek samping karena hanya menghancurkan jaringan tubuh yang terkena kanker dan tidak merusak jaringan sehat. Sejauh ini uji klinik penggunaan partikel nano dalam terapi kanker masih dilakukan untuk meneliti dosis yang tepat.

Direktur Bidang Hubungan Internasional Institut Kanker Nasional Amerika Serikat Joe B Harford menambahkan, potensi teknologi nano dalam pengobatan secara umum sudah terwujud. Sejauh ini penggunaan teknologi nano untuk pengobatan umum masih terbatas, tetapi banyak riset telah dilakukan. Pengembangan riset ini diperlukan untuk mengetahui tingkat keamanan dan efikasi pengobatan kanker dengan teknologi nano.

Teknologi nano ini perlu segera dikembangkan karena, "Pada sebagian pasien, sel-sel kanker resisten terhadap radiasi dan kemoterapi," kata Ester.

Penderita kanker umumnya menjalani pengobatan standar, yaitu terapi radiasi dan kemoterapi. Obat kemoterapi tak hanya menyerang sel kanker, tetapi juga sel sehat yang kemudian tumbuh cepat.

Saat ini banyak negara di dunia tengah mengembangkan teknologi ini, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan beberapa negara di Eropa. National Nanotechnology Initiative Amerika Serikat, yang didirikan tahun 2000, pada tahun ini mengalokasikan anggaran lebih dari 1 miliar dollar AS. "Beberapa obat dengan teknologi nano sedang diuji klinik, dan ada yang telah dipasarkan," ujarnya.

Resistensi sel kanker

Sementara itu juga dibahas situasi sekarang, seiring perubahan lingkungan dan gaya hidup, situasi epidemi penyakit kanker di dunia kian mencemaskan.

Hal ini diperparah oleh meningkatnya resistensi sel-sel kanker pada terapi radiasi dan kemoterapi. Teknologi nano untuk terapi kanker dikembangkan untuk mengatasi persoalan itu.

Menurut Harford dalam makalahnya pada simposium "Frontier of Cancer Research", Minggu, di UPH, jumlah kematian akibat kanker melebihi jumlah angka kematian akibat AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Masalah kependudukan dan perubahan gaya hidup meningkatkan penyakit kanker, terutama di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah.

Pada tahun 2030, sekitar 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara-negara berkembang karena kurangnya kemampuan dan akses terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Kepala Laboratorium Human Carcinogenesis Institut Kanker Nasional Amerika Serikat Curtis Harris menambahkan, pengendalian faktor risiko kanker perlu dilakukan sebagai tindakan pencegahan disertai deteksi dini. Sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain genetik atau keturunan, lingkungan, dan gaya hidup. "Jangan mengonsumsi satu jenis makanan secara berlebihan,"ujarnya.

Menurut hasil studi mengenai faktor gaya hidup dan kanker di Shanghai, China, seperti dipaparkan Yong Bing Xiang dari Departemen Epidemiologi Institut Kanker Shanghai, China, kebiasaan merokok terkait dengan kematian akibat kanker pada paru, perut, dan pankreas.

Konsumsi teh kemungkinan bisa mencegah perkembangan kanker. Pada perempuan, paparan asap rokok (perokok pasif) di lingkungan kerja dan keluarga meningkatkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular.


EVY   
Sumber : KOMPAS

You are not allowed to view links. Register or Login

Evy? Sounds familiar.......Dah jadi jurnalist KOMPAS ya?
Logged

May Dear GOD bless my efforts. Amien
rahma_imaniah
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 334


mon beau fils


« Reply #1 on: May 14, 2008, 10:10:46 am »

teh memang dapat mengobati atau bahkan mencegah penyakit kanker.
di dalam teh terdapat antioksidan sebagai zat aktifnya yang dikenal sebagai 'theaflavin'.

Salah satu penyebab timbulnya penyakit kanker adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan yang dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh. Kondisi tersebut merangsang percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit berat (seperti kanker, jantung, atau penyakit degeneratif lainnya).

lebih lengkapnya silakan baca :

You are not allowed to view links. Register or Login



Logged

garder le sourire
febri_marsa
Moderator
S1
*****
Posts: 568



« Reply #2 on: May 14, 2008, 04:26:20 pm »

Loh bos artikelnya masih terkait dengan pembukaan MRIN (Mochtar Riady Institute For Nanotechnology) yah
Itu semua kan pembicara dalam simposium tersebut Prof Xiang, Esther Chang, Curtis Harris DLL

Memang ada pernyataan tentang manfaat Green Tea yang disebutkan oleh Prof Xiang dan juga Penyataan Brokoli oleh Prof Michael Lowey dalam mencegah kanker namun hal itu masih bersifat hasil penelitian epidemiologi selayaknya pernyataan Rokok penyebab kanker paru, atau Produk Industri turunan susu penyebab kanker payudara, atau isoflavon dalam kedelai mencegah kanker kolon. Perlu verifikasi lagi lebih dalam untuk menguatkan pernyataan ini.
Logged

Bangkit itu malu, malu karena minta melulu.
halil
Moderator
S1
*****
Posts: 590



« Reply #3 on: May 15, 2008, 09:18:53 pm »

 ;D ;D ;D

wah seru juga neh...
kalo gak salah seh, setahu saya, yg namanya antioksidan (apapun jenisnya, entah itu flavonoid, entah dari golongan apalah), biasanya berfungsi aktif terhadap radikal bebas (penyebab utama kanker pada umumnya)...
Namun perlu dicatat disini, antioksidan biasanya jarang yg bersifat mengobati, tapi MENCEGAH...
jadi antioksidan akan berinteraksi dengan radikal yg ada dalam tubuh, sehingga mencegah terinisiasinya terbentuknya sel kanker.. kalo misal org dah terserang penyakit kanker, mungkin perlu penangan lain, atau treatment lebih dari sekedar pemberian antioksidan..

singgung menyinggung masalh teh...
kalo di korea dan jepang ada teh hijau yg banyak mengandung antioksidan (theaflavin, dan mungkin tanin yah???),,
di tempat saya kuliah sekarang, ada yg namanya teh tarik (teh+susu yg ditarik2), kalo dipikir2 minuman jenis ini gak berguna bagi tubuh..
kenapa saya bilang gak guna??? karena diliat dari komposisinya teh (mostly ada tanin) dan susu (protein), protein disusu akan di khelat oleh tanin, jadi kedua bahan ini tak menjadi apa2, hanya menjadi kompleks saja... hehehehehehehehehhe

(koreksi neh bila salah, coz dah lupa neh ma kimia bahan alam, kebanyakan mikir cara ngeluarin minyak terus seh.....)
hahahahaha
Logged

Boku no atama wa tomato de dekite iru
febri_marsa
Moderator
S1
*****
Posts: 568



« Reply #4 on: May 16, 2008, 09:45:59 am »

Yups betul sekali khan saya juga sudah bilang tapi tanpa penekanan teh dan brokoli itu mencegah kanker dan pernyataan itu harus ditekankan lagi bahwa hal itu masih hasil penelitian epidemiologi.

Sepertinya harus sedikit cerita nih apa itu epidemiologi, begini epidemiologi itu penelitian data orang sakit. aduh gimana ya' bingung nih, begini kalau orang sakit kan biasanya ditanyain tuh sama dokter or susternya pak umurnya berapa tempat lahirnya dimana, bapak nggerokok nggak punya kebiasaan apa aja dan seterusnya. nah nanti data hasil pertanyaan tersebut di cross check sama penyakit dan dihubungkan dalam data skala besar sehingga akan diketahui bahwa 80% orang yang merokok pasti kena kanker paru, orang yang perokok tapi minum tehnya rajin hanya 20% yang kena kanker paru dibandingkan dengan perokok tidak minum teh, gitu loh kira-kira. memang ini penelitian valid tapi sifatnya tidak memberikan hubungan langsung yang pasti. karena ternyata masih ada 20% perokok yang tidak minum teh tetap tidak kena kanker paru2

Oleh karena itu hasil penelitian epidemiologi hanya bisa mengusulkan hubungan penyakit dengan sesuatu data yang masih harus di crosscheck lagi secara in vitro dan in vivo di laboratorium dan di uji klinis juga makanya saya bilang kan itu masih bersifat data epidemiologi.
Logged

Bangkit itu malu, malu karena minta melulu.
chan_ahsan
Anak SMP
****
Posts: 172


aloha


« Reply #5 on: May 26, 2008, 09:52:12 am »

iya emang betul, flavonoid itu digunakan untuk mencegah, klo buat mengobatinya emang susah banget, sel kanker itu bener2 sel yang hebat, susah dibunuhnya. sel kanker itu sel super, makanya lebih baik mencegah daripada mengobati.
Logged

herzliche grüßen
mercedes08
Anak TK
**
Posts: 39


« Reply #6 on: June 19, 2008, 12:46:15 pm »

Ngomong-ngomong soal "teh tarik", ditempat saya juga ada , itu " teh susu" (dalam logat  sunda). Perlu hati hati juga loh kalau menyampaikan suatu fakta bahwa teh tarik tidak ada manfaatnya Sama halnya dengan "rendang" sempat tersiar  khabar ga ada gizinya juga karena mengalami proses masak yang lama.

Logged
jajab
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 495


Belajar mendengar...


« Reply #7 on: August 09, 2008, 11:17:39 pm »

You are not allowed to view links. Register or Login
Ngomong-ngomong soal "teh tarik", ditempat saya juga ada , itu " teh susu" (dalam logat  sunda). Perlu hati hati juga loh kalau menyampaikan suatu fakta bahwa teh tarik tidak ada manfaatnya Sama halnya dengan "rendang" sempat tersiar  khabar ga ada gizinya juga karena mengalami proses masak yang lama.



Setubuh.. eh, setujuh..
yang betul tuh rendang bikin bodoh.


Why? Soalnya sehabis makan rendang langsung tidur ndak belajar..

Iya tokh?
« Last Edit: August 10, 2008, 02:37:48 pm by jajab » Logged

Mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis.
luzz87
Anak SMP
****
Posts: 175


« Reply #8 on: November 27, 2008, 06:26:28 pm »

Iya, rendang cuma enaknya aja tapi g ada gizinya karena zat2 gizi yg ada sudah rusak terkena panas
Kalo teh yang paling baik ya teh hijau atau teh putih yg kaya akan theflavin dan tannin
Logged
jurna
Anak SMP
****
Posts: 131


« Reply #9 on: December 03, 2008, 12:01:27 pm »

semua teh atau teh hijau?
Logged
jajab
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 495


Belajar mendengar...


« Reply #10 on: December 06, 2008, 11:47:34 am »

You are not allowed to view links. Register or Login
semua teh atau teh hijau?

Ingat pepatah dong, apapun makanannya, minumnya ya Teh Botol Nyosor eh So*ro. Iya toh?
Logged

Mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis.
catzmicrobiology
Anak TK
**
Posts: 23



« Reply #11 on: December 10, 2008, 10:30:09 pm »

You are not allowed to view links. Register or Login
semua teh atau teh hijau?
teh desi ratnasari bisa gak?
Logged
jajab
Moderator
Anak SMU
*****
Posts: 495


Belajar mendengar...


« Reply #12 on: December 11, 2008, 01:43:53 am »

You are not allowed to view links. Register or Login
You are not allowed to view links. Register or Login
semua teh atau teh hijau?
teh desi ratnasari bisa gak?

Klo ntu mah kanker dlm arti kantong kering..
Logged

Mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis.
budiriza
Anak SMP
****
Posts: 126


« Reply #13 on: December 17, 2008, 08:05:10 pm »

haha jadi ga nyambung sama topik kita nih
Logged
hendrisue
Anak SMP
****
Posts: 265



« Reply #14 on: December 18, 2008, 06:17:58 pm »

bener kata orang "segala sesuatu yg berlebihan gak baik" so ingat-ingat aja,
teh juga punya anti nutrisi, terus kebanyakan antioksidan juga bisa jadi prooksidan gak?
Logged

a r t  |  p h o t o w o r k  |  d e s i g n
Pages: [1] 2 Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  


Login with username, password and session length

SimpleSEO by Domain | Powered by SMF 1.1.16 | SMF © 2011, Simple Machines