Tiga Murid dari Satu Guru memperebutkan Indonesia

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
May 23, 2012, 06:30:15 pm
Home Help Search Login Register
+  Pustakaku - Just For Your Study & Research
|-+  Bidang Kajian
| |-+  Sejarah
| | |-+  Tiga Murid dari Satu Guru memperebutkan Indonesia
« previous next »
Pages: 1 [2] Go Down Print
Author Topic: Tiga Murid dari Satu Guru memperebutkan Indonesia  (Read 6265 times)
syamsul
Anak SD
***
Posts: 62



WWW
« Reply #15 on: June 26, 2009, 02:34:09 am »

saya juga jadi teringat dengan salah satu pidato Zainuddin MZ waktu dulu masih terkenal sekali..

isi pidatonya:
Pilar bangsa itu ada 5
1. Jempol, melambangkan ahli moral yang diwakili ulama, pendeta, dll.
2. Telunjuk, melambangkan pemerintah yang suka memerintah untuk kebaikan.
3. Jari Tengah, para saudagar yang jujur lah.
4. Jari manis, PEMUDA PUNYA BROther.
5. kelingking, doanya fakir miskin dan anak terlantar termasuk janda.

Fenomena keadaan pilar bangsa di atas yang sekarang kita temui.
1. Tukang service moral merangkap menjadi pengusaha/pemerintah.
2. Tukang tunjuk mulai merambah dunia bisnis.
3. Saudagar A, pengen memudahkan urusan dengan menjabat.
4. Ga ada yang laki, semuanya perempuan yang pake rok dan memasak di dapur
5. Ngemis melulu kerjaannya..

Beda kan dengan jaman sukarno dan lain-lain di atas.. mereka bergerak sesuai porsi mereka..
Logged

Ijin belajar bung
48u_4f1f1
Anak SMU
*****
Posts: 412



« Reply #16 on: June 26, 2009, 02:07:45 pm »

You are not allowed to view links. Register or Login
Akhirnya.. susah juga menelan maksud dari para sesepuh di sini.. (dengan sekali baca)...

Mungkin bisa ditegaskan lebih jelas lagi point-point mana yang mau didiskusikan, mengingat banyak faktor yang meski dibedakan (untuk penikmat seperti saya)

btw.. pemimpin mana yang lebih patut dikedepankan..?

Saya lebih cenderung untuk mereka yang mempunya 3 hal
1. Idu Geni (Lidah api), maksudnya mungkin retorika yang hebat dan tidak sebatas retorika, namun bukti. Sukarno yang Hatta
2. Brewok Simbar Dodo (Brewok, dada berbulu), sosok yang seep.. dari point pertama digabung menjadi Sukarno yang Hatta, juga SBY..
3. Puspo Kencono, (amat kaya raya), biar tidak kepikiran korupsi.. kan sudah kaya

jadi kalau ketiga point di atas, sosok yang dikedepankan mestinya seperti Sukarno yang Hatta, juga ber-SBY dan serta ber-JK

 ;D ;D

....waah ngga punya kesempatan niich kalau gini.....
Logged

the beauty of protein
el-farabi
S2
*******
Posts: 1138

MILANISTA


« Reply #17 on: July 07, 2009, 12:28:00 pm »

wah bung samsul ni sering pake istilah jawa...asal dari mana sich
lho maksud pak 48u apa?g tergolong dari berbagai kriteria itu ya?bwt kriteria sendiri aja hehehehehehe jd judulnya diganti 4 murid satu guru memperebutkan 1 negara
Logged

I LOVE YOU FULL.......!!!!!
syamsul
Anak SD
***
Posts: 62



WWW
« Reply #18 on: July 11, 2009, 02:02:31 am »

You are not allowed to view links. Register or Login
wah bung samsul ni sering pake istilah jawa...asal dari mana sich

Asli Jombang bung...
Jatuh cinta nih ma pustakaku..

Karena ngertinya dikit-dikit bung, itupun banyak yang didapat dari kumpul bareng ma temen-temen waktu ngopi.. jadi ga begitu empiris (sorry ya)
Logged

Ijin belajar bung
imas
Anak TK
**
Posts: 38


« Reply #19 on: September 15, 2009, 08:54:06 pm »

Pelajaran sejarah yang kita terima di sekolah memang gak lengkap diatur untuk memenuhi kepentingan yang sedang berkuasa saat itu. Kala yang berkuasa Pak Karno pastilah sejarah diputar mengharumkan nama beliau, begitu pula jaman Pak Harto sejarah kembali direvisi demi kepentingan ordenya. Bagitu Pak Harto jadi sejarah, berubah pula sejarah yang ada.
Saking bisa dirubah-ubahnya sejarah sampai status pahlawan bisa berubah jadi penjahat dan status penjahat bisa jadi pahlawan....
Pak Karno, Pak Aidit dan Pak Kartosuwiryo akan menjadi penjahat ataupun pahlawan tergantung dari sudut pandang yang memandang...

Logged
el-farabi
S2
*******
Posts: 1138

MILANISTA


« Reply #20 on: September 16, 2009, 09:19:09 am »

oya feb....tan malaka itu kan org satu kampung ya sm febri
dy aga diasingkan dibandingkan dengan pahlawan2 lainnya karena di lebih berpaham marxisme
Logged

I LOVE YOU FULL.......!!!!!
imas
Anak TK
**
Posts: 38


« Reply #21 on: September 21, 2009, 10:32:00 pm »

sejarah itu ditulis sesuai kepentingan penguasa. Siapa yang berkuasa dia akan membuat sejarah jadi kemilau bagi dirinya.... Ketiga murid HOS akan ditulis sesuai masa kejayaan penerusnya... Bila Nasionalis menang maka Pak Karno akan tampil sebagai pahlawan, begitu pula bila komunis atau Islam yang menang tentu beda lagi yang bakal jadi sang pahlawan...

Menelan mentah-mentah apa yang ditulis penguasa di buku paket sejarah bakal jadi pembodohan buat kita...harus pake saringan ilmu dan hati nurani...

Salut kok buat teman-teman yang pada peduli sejarah... Mudah-mudahan kita semua bisa belajar dari sejarah:)
Logged
el-farabi
S2
*******
Posts: 1138

MILANISTA


« Reply #22 on: September 30, 2009, 09:04:15 am »

sekarang ni lg diusut status kepahlwanan tan malaka akibat ada peneliti belanda yang menemukan makan tan malaka...sudah dlm proses indetifikasi DNA dgn keluarga terdekat dr tan malaka untuk memastikan bahwa itu makam tan malaka
Logged

I LOVE YOU FULL.......!!!!!
kamaboko
Anak SMU
*****
Posts: 341


« Reply #23 on: October 12, 2009, 01:07:47 pm »

wah topik ini masih panas saja ya.. seingatku sdh beberapa bulan yang lalu topik ini dilaunching sama bung febri.. salut deh

Sejarah memang asyik untuk ditelusuri.
Masa pasca sumpah pemuda sampai masa Kemerdekaan, kita banyak mempunya i tokoh2 muda yang intelek. Mereka walau beda ideologi, saling berdebat, tetapi tidak saling gontok-gontokan.

Yang memaksa mereka akhirnya harus saling singkir menyingkirkan adalah : KEKUASAAN"

Walau bung karno beda pendapat dg tan malaka, tapi mereka adalah tidak saling bermusuhan, bahkan saat negara imut Indonesia terancam, BK mewasiatkan pemerintah ini untuk di komandoi oleh Tan Malaka.

Bahkan BK dg Kartosuwiryo pun demikian, karena posisi kekuasaan membedakan, yang kebetulan BK pada posisi sbg Penguasa, maka yang berbeda seperti Kartosuwiryo dianggap pemberontak..

Walaupun BK memenjarakan Syahrir sampai wafatnya, tetapi setelah wafat BK memberikan anugrah kepada Syahrir sebagai pahlawan nasional.

Jadi, kapan kita bisa berpikir dewasa, walaupun berbeda pendapat, tetap harus bisa menjaga kebersamaan dan tidak dendam kesumat...

Jayalah Indonesia..
Logged
ctrctr13
Anak SD
***
Posts: 75


« Reply #24 on: June 28, 2011, 02:19:32 pm »

You are not allowed to view links. Register or Login
Saya jadi teringat ketika ngobrol dengan seorang Professor Fisika di ITB, Ngobrol santai mengenai tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan kita.
Dia bilang, "Para tokoh kemerdekaan itu orang pinter-pinter" ( sudah di paparkan oleh Bung Febri et al diatas).....saking pinternya mereka bisa melihat mengapa belanda itu enak-enakan menjajah kita....ternyata mereka menemukan jawabannya yaitu....rakyat indonesia sendiri yang ternyata gampang banget di jajah.
Naach karena mereka itu pinter mereka berpikir, kalau gitu kenapa gak saya saja yang menjajah rakyat indonesia, enak saja niich si belanda.....he he he..... kemudian di gelorakanlah semangat perjuangan yang berdarah-darah.

Dan akhirnya ...Berhasiiiiiiiillllllll.......... sekarang giliran para tokoh kemerdekaan itu yang menjajah kita....
ha ha ha ha ha........


betul, betul, betul... mari kita memberontak ketawa
enak2 aja petinggi2 itu ya..
Logged
Pages: 1 [2] Go Up Print 
« previous next »
Jump to:  


Login with username, password and session length

SimpleSEO by Domain | Powered by SMF 1.1.16 | SMF © 2011, Simple Machines